Akhir-akhir ini Kawan, kalo kau menyaksikan berita-berita di TV, terutama infotainmen (halah, dasar emak-emak, tontonane…. ck….ck…ck…), kau akan melihat bahwa seriiiing banget Tuhan itu dipersalahkan. Betul, Kawan, Tuhan dipersalahkan dalam masalah yang notebene mereka buat sendiri.
Contoh kasus, seorang artis cantik nan sexy yang rela menjadi istri kedua ato ketiga ato keempat seorang konglo ato pejabat ato pengacara kondang dan jelas-jelas menyakiti hati perempuan pendahulunya, ketika ditanya wartawan mereka akan jawab begini, “Aduh, siapa sih yang mau jadi istri kedua, Mbak? Ini sudah KEHENDAK YANG DI ATAS, aku cuma bisa pasrah. Ya sudah, jalani saja.”
Ato pasangan selebritis ngetop yang sudah menjalani perkawinan belasan ato puluhan tahun tiba-tiba bercerai, dia akan membuat statmen begini, “Yaaah, mo gimana lagi. Ini sudah KEHENDAK YANG DI ATAS, kita cuma bisa ikhlas menerimanya.”
Ada lagi, Kawan, ketika seorang ngetop lainnya ditahan karena narkoba ato kasus kejahatan lainnya dan harus menjalani hidup di penjara, pastiiiii dia akan ngomong gini, “Ini cobaan dari YANG DI ATAS dan SUDAH MENJADI KEHENDAKNYA. Saya akan terima dan mencoba untuk tabah, doaian ya teman-teman wartawan…“
Sudah? Itu aja? Gaaak, masih ada lagi. Ketika seorang ngetop lainnya yang bukan dari dunia hiburan yang jelas-jelas melakukan korupsi ato kejahatan lainnya, tapi kali ini yang diwawancara istrinya. Kau pasti tau Kawan, gimana istri-istri yang turut menikmati kemewahan itu akan berkata. “Saya hanya berdoa untuk Bapak. Bagaimanapun itu SUDAH KEHENDAK YANG DI ATAS. Saya akan terus mendukung suami saya.”
Oooohhhh, muaknya aku mendengar kata KEHENDAK YANG DI ATAS! Memangnya sapa sih yang di atas? Awan? Langit? Bulan? Bintang? Sesungguhnya aku tau maksud mereka, Kawan. Sedih hatiku betapa Tuhan Allah selalu dipersalahkan. Tak taukah mereka bahwa hidup itu PILIHAN? Bahwa YANG DI ATAS itu memberi kebebasan mutlak kepada kita untuk boleh memilih? Memilih untuk menjadi istri kesekian ato cari kekasih lain yang masih bebas tak terikat? Memilih untuk tidak bercerai namun mencari solusi? Memilih untuk tidak ngedrug tapi minum susu aja? Memilih untuk menjadi koruptor ato hidup sederhana namun bersih?
Memang, hidup kita telah disuratkan. Namun Tuhan pun memberi kita nurani untuk selalu didengar, untuk menuntun langkah kita. Maukah kita mendengar nurani kita? Kawan, bahkan bencana lapindo pun pilihan!
Selamat tahun baru 2010.
Semoga segala yang kita inginkan tercapai. Dan tak lagi kita menyalahkan Tuhan. Karena semua pilihan. Berdoalah agar Tuhan yang Maha Baik itu membantu kita untuk menentukan pilihan.
P.S. Infoteinmen mo dihapus??? Hmmm, setuju sajalaaah



Komentar Terakhir