Hamba Allah

Pada suatu hari (napa sih aku selalu memulai denganPada suatu…“?), kami sekeluarga berkunjung ke rumah Nenek (mertua) ‘coz mo menghadiri pernikahan salah seorang kerabat. Sekalian bezuk Kakek (mertua juga? lha iya laah!) yang sedang sakit. Kedua adik iparku sedang menyiapkan angpao (nulise bener gak, nih?) (kok kebanyakan dalam kurung sih critanya?) (gak tau jugak nih). Halah!

Nenek          : Oya, sekalian tulisin ya, pake nama Nenek aja

Ipar 1           : Lho, gak pake nama Kakek?

Nenek          : Kan Kakek gak ikut?

Ipar 2          : Biar gak ikut kan membawa nama keluarga

Nenek          : Iya sih, tapi ini kan keluarga jauh Nenek, Kakek juga gak kenal-kenal amat

Ipar 1          : Trus jadinya mo dinamain siapa nih?

Kekasihku : Ya ampun, repot banget sih? Udah tulisin aja Hamba Allah!

Hamba Allah?? Kontan saja tawa kami meledak! Nenek ketawa ampek berlinang-linang air mata, sementara kedua iparku terguling-guling. Dan aku sendiri gak isa brenti ketawa, ampek resepsi, ampek pulangnya, ampek sekarang, hayah! Abisnya, wong angpao kok ditulisin Hamba Allah. Mang mo nyumbang bencana alam ato mesjid?

Kalo kau tau kekasihku, Kawan, dia tuh jarang sekali melontarkan kata-kata yang lucu or sembarangan. Beda 180°  dengan diriku yang antara mulut dan otak cepetan  mulut. Tapi sekalinya buka mulut kok ya bikin orang sakit perut. Hamba Allah? Wakakakakaka…….

Nasi Goreng Dok-Dok

Ini bukan tentang kuliner, Kawan. Walopun nasi goreng dan kwetiau nya uenak, tapi aku gak kan bahas itu. Lha gimana mo dibahas wong ini abang mie yang lewat depan rumah. Kalo kau mungkin menyebutnya mie tek tek, tapi di tempatku bunyinya “dok dok” gitu. Nah, Si Cantikku sangat menggemari nasi goreng ini. Biarpun lewatnya larut malam tapi kalo pengen, malaikatku ini sanggup menunggunya.

Seperti tadi malam. Sudah pukul sembilan masih belum lewat juga. Aku sudah bujuk Cantik supaya bobok, tapi dia tetap pengen nunggu. Mbak nya pun dipesan agar berjaga-jaga. Ya ampun, deh! Emang dah agak lama Cantik ngidam nasi goreng ini. Sampai pukul 10 belum lewat juga tuh Abang nasi goreng, sementara aku dah ngantuk.

Maka, pukul 10 lewat, Cantik masuk kamar sambil mimblik-mimblik mo menangis.

Cantik     : Bunda, Adek gak mau lagi beli nasi goreng dok-dok. Abangnya jahat!

Aku          : Kenapa, Sayang?

Cantik     : Adek marah sama abangnya, ditungguin gak lewat-lewat. Kemaren gak ada sekarang juga

Aku          : Ooo, ya udah, bobok aja sini. Besok kita cari nasi goreng yang lain yaaa

Cantik     : Besok kalo abangnya lewat, Bunda harus marahin! Bilang Adek gak mau beli lagi, Bunda juga bilangin gak boleh lewat sini lagi

Aku          : Iyaa, besok Bunda bilangin. Dah sini bobok yaaa…

Dan sambil berlinang air mata Cantik bobok dalam pelukanku. Gak nyampe 5 menit terlelap sudah. Dan tugasku nanti malam adalah: memarahi abang nasi goreng dok-dok!!! Ooohh…..

Menanti

Menangis Bohongan

Pada suatu Senin yang dingin, seperti biasa aku membangunkan Cantik tuk berangkat sekolah dan menanyakan mo bawa bekal apa.

Aku            : Adek hari mo bawa bekal apa? Oreo ato biskuat, ato apa?

Cantik        : Adek mo bawa bekal mie, Bunda.

Aku            : Yee, gak boleh. Kan maem mie cuma boleh seminggu sekali. Sabtu kemaren dah maem mie kan?

Cantik        : Aaaah, Adek mau bekal mie ajaaaa

Aku            : Enggak boleh, Deeek….

Cantik        : Huhu….hu….hu…..

Guanteng : Aduuuh, Adek diem dooong, Kakak jadi gak denger nih! (sedang nonton Spongebob)

Cantik        : Hu…hu…hu…hu…

Guanteng : Bundaaa, Adek tuh nangisnya bo’ongan

Aku            : Hush, Kakaaak gak boleh gitu

Guanteng : Emang bo’ongan, tuh gak keluar air matanya

Cantik        : Hu…hu….hu…

Guanteng : Diem, Deekkk! Berisik tauu!!!

Cantik        : Huwaa…..huwa……

Aku            : Tuh kan, Kakaaak! Adek jadi nangis beneran deeehhhh…..!!!

Hening sejenak. Lalu…

Cantik        : HUWAAAA………AAAA…….

Selamat Ulang Tahun, Cantik…

Hari ini, tanggal 06 Januari 2010, tepat hari ulang tahun Cantik. Sekarang Cantik sudah berusia 6 th. Waah, dah besar malaikatku ini. Kemaren-kemaren Bunda gak sadar kalo usiamu baru lima tahun, Nak. Karena kau bicara dah seperti anak besar, kecerdasanmu, kekritisanmu, duuhhh…. sekarang Bunda jadi sadar kau baru 6 th!

Bunda berharap Cantik selalu sehat, selalu bahagia, tercapai segala yang kau inginkan dan citakan. Bunda akan selalu berdoa untukmu, Sayang. Kau masih ingin jadi dokter hewan spesialis kucing kan? Masih ingin jadi dokter di Taman Safari? Ooh, terbayangkan oleh Bunda, kau merawat semua hewan kesayanganmu dengan penuh sayang. Atau kau masih ingin jadi Cinderella? Ah, apapun citamu Bunda akan selalu mendukung.

Oya, Bunda ingat betapa ketakutannya ketika gigi depanmu tanggal hari Sabtu lalu. Kau takut gigimu gak kan tumbuh lagi kan? Tentu saja akan tumbuh lagi, Sayang. Itu salah satu petanda bahwa kau sudah besar. Dan yang pasti pipi chubby mu gak kan kempes kok hehehehe….

Bunda juga selalu berdoa agar Cantik tidak ketakutan lagi datang ke sekolah. Apa yang diceritakan teman-temanmu hanya kebohongan, Nak. Bunda ingat kau takut cherry ajaib, boneka bayi, bayangan hitam, oohh… itu semua hanya imajinasi teman-temanmu yang berlebihan. Selama Cantik ketakutan, teman-temanmu akan terus menakutimu. Jangan takut lagi ya, Sayaaang.

Cantikku, kau adalah gadis yang paling cantiiiikkk sedunia, mentok sampe ke bintang. Sama seperti kau yang selalu menganggap Bundalah yang paling cantik sedunia, seplanet. Hehehehe…. kalo kau sudah berkata begitu Ayahmu pasti gebes-gebes. Bunda tau, Nak, kau tidak melihat dengan mata fisikmu melainkan dengan mata hatimu. Tetaplah  demikian Nak, biar Bunda tetap menjadi yang tercantik buatmu. Dan selamanya kaulah yang paling cantik dan paling pintar buat Bunda.

Selamat ulang tahun, Sayang. Jadilah Adik yang manis untuk Kakak, malaikat cantik untuk Ayah dan Bunda, bintang yang selalu berkilau di sekitarmu. Bunda kan selalu berdoa untukmu dan kan selalu mendampingimu sampai kau tak lagi memerlukan Bunda. Mari kita berdoa bersama, agar Allah selalu menyertai tiap langkahmu. I love you honey….

Beauty and The Baby Lion

Menyalahkan Tuhan

Akhir-akhir ini Kawan, kalo kau menyaksikan berita-berita di TV, terutama infotainmen (halah, dasar emak-emak, tontonane…. ck….ck…ck…), kau akan melihat bahwa seriiiing banget Tuhan itu dipersalahkan. Betul, Kawan, Tuhan dipersalahkan dalam masalah yang notebene mereka buat sendiri.

Contoh kasus, seorang artis cantik nan sexy yang rela menjadi istri kedua ato ketiga ato keempat seorang konglo ato pejabat ato pengacara kondang dan jelas-jelas menyakiti hati perempuan pendahulunya, ketika ditanya wartawan mereka akan jawab begini, “Aduh, siapa sih yang mau jadi istri kedua, Mbak? Ini sudah KEHENDAK YANG DI ATAS, aku cuma bisa pasrah. Ya sudah, jalani saja.”

Ato pasangan selebritis ngetop yang sudah menjalani perkawinan belasan ato puluhan tahun tiba-tiba bercerai, dia akan membuat statmen begini, “Yaaah, mo gimana lagi. Ini sudah KEHENDAK YANG DI ATAS, kita cuma bisa ikhlas menerimanya.”

Ada lagi, Kawan, ketika seorang ngetop lainnya ditahan karena narkoba ato kasus kejahatan lainnya dan harus menjalani hidup di penjara, pastiiiii dia akan ngomong gini, “Ini cobaan dari YANG DI ATAS dan SUDAH MENJADI KEHENDAKNYA. Saya akan terima dan mencoba untuk tabah, doaian ya teman-teman wartawan…

Sudah? Itu aja? Gaaak, masih ada lagi. Ketika seorang ngetop lainnya yang bukan dari dunia hiburan yang jelas-jelas melakukan korupsi ato kejahatan lainnya, tapi kali ini yang diwawancara istrinya. Kau pasti tau Kawan, gimana istri-istri yang turut menikmati kemewahan itu akan berkata. “Saya hanya berdoa untuk Bapak. Bagaimanapun itu SUDAH KEHENDAK YANG DI ATAS. Saya akan terus mendukung suami saya.”

Oooohhhh, muaknya aku mendengar kata KEHENDAK YANG DI ATAS! Memangnya sapa sih yang di atas? Awan? Langit? Bulan? Bintang? Sesungguhnya aku tau maksud mereka, Kawan. Sedih hatiku betapa Tuhan Allah selalu dipersalahkan. Tak taukah mereka bahwa hidup itu PILIHAN? Bahwa YANG DI ATAS itu memberi kebebasan mutlak kepada kita untuk boleh memilih? Memilih untuk menjadi istri kesekian ato cari kekasih lain yang masih bebas tak terikat? Memilih untuk tidak bercerai namun mencari solusi? Memilih untuk tidak ngedrug tapi minum susu aja? Memilih untuk menjadi koruptor ato hidup sederhana namun bersih?

Memang, hidup kita telah disuratkan. Namun Tuhan pun memberi kita nurani untuk selalu didengar, untuk menuntun langkah kita. Maukah kita mendengar nurani kita? Kawan, bahkan bencana lapindo pun pilihan!

Selamat tahun baru 2010.

Semoga segala yang kita inginkan tercapai. Dan tak lagi kita menyalahkan Tuhan. Karena semua pilihan. Berdoalah agar Tuhan yang Maha Baik itu membantu kita untuk menentukan pilihan.

P.S. Infoteinmen mo dihapus??? Hmmm, setuju sajalaaah :D

Bunga Wijaya Kusuma

Bunga Wijaya Kusuma di kebun Ibundaku. Cantik yaa…. Walopun cuma mekar sesaat, namun keindahannya tiada tara. Beruntung Ibundaku sempat melihatnya dan mengabadikannya.

Boleh Dibawa Pulang

Aku adalah anak gembalaaa emak ternarsis di dunia, yang selalu menganggap kedua malaikatku adalah yang terindah se Indonesia Raya. Maka pada suatu pagi, ketika kedua malaikatku berantem, entah mengenai apa, dan Si Cantik nyaris menangis, maka aku menghibur sekaligus menggodanya. Sambil menyisir rambutnya menjelang sekolah, aku menjalin percakapan dengan Guanteng.

Aku             : Duh, liat nih Kak, Adek tuh cantiiiik banget yaaa

Guanteng : Hmmm… (menggeram ‘coz masih kesal)

Aku             : Kalo Adek dah gede nanti pasti temen Kakak banyak yang naksir ya kan, Kak?

Guanteng  : Hmmm… (masih menggeram)

Aku             : Pasti ntar teman Kakak nanya gini : Eh, Guanteng, adik kamu cantik banget ya. Kakak jawabnya apa?

Guanteng  : Bilang aja “Iya, emang cantik” (masih dengan judes jawabnya)

Aku             : Trus nanti temen Kakak nanya lagi: Aku boleh kenalan gak?

Guanteng  : Boleh aja. Dibawa pulang juga boleh (dengan suara cuek)

Aku             : Waaakkzzzz!!!! Enak ajaaaa…….. %^*^&&^%#(

Kisah Cinta Seorang Gadis

Seorang gadis tak hentinya menangis di pemakaman. Ibu terkasihnya baru saja masuk ke peristirahatan abadi. Tak ada yang mampu menghibur dukanya. Air mata terus mengalir, sedu sedan terus mengguncang. Langit pun turut berduka, mengirim gerimis simpatinya.

Hingga tiba-tiba seorang pemuda gagah dan tampan menghampirinya. Merengkuh pundaknya dan menghiburnya. Sang Gadis terkejut. Ditatapnya wajah teduh yang terus menghiburnya itu. Hatinya pun bersenandung. Dukanya tersisihkan, tergantikan dengan cinta pada pandangan pertama. Love at the first sight. Pemuda itu tersenyum, dihantarkannya Gadis itu kembali ke rumah.

Cinta bersemi. Namun sudah dua purnama sang Pemuda tak kunjung datang. SMS tak berbalas, telepon tak bersahut, kunjungan tak digapai. Hati Sang Gadis gundah gulana. Kerinduannya tak terbendung. Kemana gerangan Sang Pujaan Hati, pelipur duka nan lara? Hatinya kembali sepi.

Semusim telah berlalu. Sang Gadis pun hilang akal. Dihampirinya kakak perempuan satu-satunya, kakak yang juga dicintainya, satu-satunya keluarga yang tersisa, lalu dibunuhnya. Hatinya menjerit.

Pertanyaan: Mengapa Si Gadis membunuh kakak perempuannya?

Haha, mungkin sudah banyak yang pernah mendengar kisah ini. Tapi aku baru saja mendengarnya dan aku sangat menyukainya. Mengerikan!!

Ada Apa dengan Cantik?

Si Cantiq

Sudah dua hari ini Cantik gak masuk sekolah setelah sebelumnya muntah-muntah. Kupikir masuk angin biasa. Namun malamnya Cantik menangis ‘coz takut hujan dan banjir. Sudah kujelaskan bahwa rumah kita jauh dari banjir dan kalo takut hujan, masuk kamar aja nonton DVD ato apalah. Namun Cantik tetap mogok sekolah kemaren. Akhirnya kuijinkan gak masuk. Dan keesokan harinya barulah terungkap kenapa Cantik gak mo sekolah.

Rupanya, Kawan, temannya sebut saja Ita,  bercerita bahwa di ruang guru ada boneka bayi. Dan boneka itu terus saja memandangi Ita, lalu Ita bercerita pada Cantik bahwa boneka itu hantu. Waduh, Cantik jadi ketakutan. Namun penyebab muntah ternyata beda lagi. Temannya yang lain, Jessi, bercerita tentang mimpinya. Dalam mimpinya itu Jessi dicekek sampai muntah dan berdarah. Oh, aneh sekali anak sekecil itu sudah berimajinasi sedemikian? Rupanya Jessi menceritakannya sambil bergaya muntah, tentu saja Cantik jadi muntah. Perlu kau tau, Kawan,  Cantik ini sangat penjijik. Makan sambil lihat berita aja bisa membuatnya berhenti makan.

Sudah kujelaskan bahwa gak mungkin boneka menjadi hantu. Dan kujelaskan pula bahwa apa yang diceritakan Jessi hanya mimpi. Tapi Cantik berkata tak bisa melupakannya. Ita dan Jessi sudah minta maaf, Bunda. Adek juga udah maafin, tapi Adek inget terus sama mimpi Jessi. Dia menjelaskan sambil menangis. Maka kupeluk Cantikku ini.

Oh, Kawan, Cantikku ini memang termuda di kelas. Tahun depan baru enam tahun usianya. Apakah karena kemudaannya dia tak bisa mengimbangi teman-temannya? Ato ‘coz selama ini aku terlalu memprotec dia? Tak boleh nonton sinetron, tak boleh nonton horor, tak boleh ini tak boleh itu. Sementara teman-temannya mungkin kerap menonton sinetron tak bermutu yang beradegan berdarah-darah? Karena itukah Cantik jadi berhati lemah? Kalo prestasi, tak perlu ragu, Kawan. Bahkan di raport bayangan nilainya didominasi oleh 90. Matematika, Sains, IPS, hampir semua mata pelajaran. Padahal belajar malas dan memang tak pernah kupaksa.

Pagi inipun Cantik masih tak mau sekolah. Dia bilang takut muntah di kelas. Kali ini pun bertambah lagi satu alasan. Adek jijik di aula sama di kelas banyak sampah. What? Mana mungkin? Ketika kutanyakan pada Gaunteng ternyata tidak. Lalu kutanya lagi, Adek takut sama teman Adek, Jessi dan Ita? Cantik pun mengangguk. Adek bukan takut sama orangnya, tapi Adek inget terus mimpi Jessi. Kan Jessi dah minta maaf sama Adek? kataku. Udah, tapi Jessi cerita teruuus. Kalo gitu Adek gak usah main sama Jessi lagi. Teman Adek kan masih banyak. Cantik tetap bertahan gak mo sekolah. Ya sudah, akhirnya hari ini gak masuk sekolah lagi. Itu pun masih menangis takut banjir dan takut tenggelam. Karena berita TV kah Cantik jadi takut?

Aku sudah berpesan pada staff rumah tanggaku, kalo hujan ato muntah lagi segera dihibur. Ajak main game ato dengarkan lagu ato nonton Barbie, pokoknya dialihkan perhatiannya. Duh, gimana ini? Apa yang terjadi pada Cantik? Dulu begitu riang dia ke sekolah, kenapa sekarang begitu takut? Ketika mengambil raport bayangan, gurunya bercerita bahwa Cantik walopun termuda di kelas, namun bisa beradaptasi. Bahkan teman-temannya segan padanya, tak ada yang mengganggunya, bahkan karena pintar sering temannya bertanya padanya. Tapi kenapa sekarang begini? Kenapa imajinasi teman-temannya sebegitu jauhnya? Kenapa Cantik mudah terpengaruh pada imajinasi gak jelas seperti itu? Ah, sungguh kau masih begitu rentan, Sayang.

Senin nanti aku berjanji mengantarnya sampai kelas dan aku akan menemui gurunya. Cantik oh Cantikku, kenapa kau sekarang begitu penakut? Aku mo berangkat kantor pun ditangisinya, mandi pun ditungguinya. Dan yang mengagetkan Kawan, semalam dia bertanya pada Ayahnya, Ayah, kalau di sorga masih bisa ketemu Ayah Bunda gak? Soalnya Adek gak mau berpisah sama Bunda. Duuuhhh???

Cantik, Cantik Sayang,…. Jangan kau takut pada apapun, Nak. Ayah, Bunda dan Kakak akan selalu melindungimu. Kalo Cantik jenuh bersekolah, gak papa sekarang isitirahat dulu. Bunda janji gak akan memaksa. Kapanpun Cantik siap untuk bersekolah, Bunda akan siap mengantar. I love you, Cantik.

Setelah 14 Tahun

Beat

Ngebeat ma Pinky yookk....

Eits, bukan…ini bukan milikku, Kawan! Motor cantik ini milik adik iparku. Doi membelinya tapiiii ternyata takut makenya hahahaha…… Maklumlah, kantornya berlokasi di Jakarta bagian rame dan padat. Aku juga bingung takut tapi kok beli ya? Tapi ternyata aku yang untung, Kawan. Lha kok? Lha iya, daripada Si Pinky ini hanya diparkir di rumahnya saja maka aku pinjem. Wee, enak amat! Pinjam wat apa sih? Buat antar malaikatku ke sekolah. Rupanya kedua staff rumah tanggaku itu bisa mengendarai motor. So, daripada antar jemput kedua malaikatku naik angkot maka lebih baik naik motor bukan?

Nah, hari Minggu kemaren aku yang sudah lebih dari 14 tahun tidak naik motor, bahkan sepeda pun tidak, nekat mencobanya! Lebay ya? Tapi emang seiring bertambah tua usiaku, semakin mengecil nyaliku ternyata. Itu pun setelah kekasihku memotivasiku dengan setengah memaksa. Maka akupun mencobanya. Dan Kawan, ternyata aku bisa!!! Itupun ‘coz matic, klo pake gigi pasti dah lupa. Hahahaha…. walopun jalannya cuma 20 km/jam dan gak brani belok, aku berhasil menuju rumah ortu naik motor.

Si Cantik pengen membonceng tapi tentu saja aku gak brani. Sepanjang jalan gak brani nengok mana-mana, dah gitu yang gak sopan tiba-tiba ada sebuah sepeda menyalipku. Hahahaha….. kebangetan! Maklumlah, kan dah 14 th gak bermotor?

Sekarang, kalo aku sedang bermobil ada ibu-ibu naik motornya nunak-nunuk, pasti aku maklumi. Itu pasti sedang belajar, sama dengan diriku hehehehe…..